KELEMAHAN PELUANG BISNIS DROPSHIP YANG PERLU DIKETAHUI



kelemahan peluang bisnis dropship yang perlu diketahui
Kelemahan peluang bisnis dropship yang perlu diketahui ~ Saat ini peluang bisnis online semakin terbuka dan semakin berkembang, Ada yang memulainya dengan modal sangat besar dan ada pula yang memulai bisnis online tanpa modal besar. Dan karena itu kita juga mengenal yang namanya bisnis dropship sebagai suatu jalan usaha yang tidak harus bermodal besar..Bisnis Dropship adalah proses bisnis online yang menjual produk orang lain tanpa harus menyediakan stock barang sendiri. Jadi jika Anda ingin menjalankan bisnis online tapi tidak memiliki modal besar maka bisa coba yang namanya dropship. Modal awal utama yang diperlukan adalah PC/Laptop, Hp BB / Smartphone, Connection Internet (modem).

Boleh boleh saja jika Anda ingin mencoba berbisnis online melalui dropship, tetapi sebelum memulai ada baiknya baca terlebih dahulu problem atau masalah yang sering kali terjadi pada dropship, berikut ini penjelasannya :

1. Lemah Stock Produk
 Biasanya saat ada pembeli yang ingin membeli barang dan ingin memesan barang, kita harus mengecek ke penyedia terlebih dahulu karena tidak mengetahui jumlah stock barang yang tersedia dengan pasti. Proses seperti ini terkadang memakan waktu yang cukup lama menunggu kabar dari si penyedia barang, belum lagi di saat itu juga penyedia juga sedang ramai bertransaksi offline tentu akan memakan waktu lebih lama lagi.
Dan pembeli akan merasakan lamanya keputusan ada tidaknya stock. Dan ujung-ujungnya terjadi mosi tidak percaya atau malas untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya.
Dengan demikian perlu adanya update stock yang solid untuk membantu kelancaran transaksi siap setiap saat.

2. CoD
Seperti yang kita sering dengar dan lihat di media-media berita, bahwa transaksi online marak dengan adanya penipuan, dan ini juga menjadi kendala yang harus dihadapi dalam peluang bisnis dropship. Dengan demikian timbul juga pembeli yang meminta untuk dapat bertemu yang kita kenal dengan istilah CoD (Cash On Delivery) , dengan maksud ingin bertransaksi cash secara offline.

Jika demikian tentu akan menimbulkan masalah, karena dropshiper tentu tidak memiliki sendiri stock barang yang nyata. Jadi mau tidak mau ia harus menghubungi si penyedia barang untuk membantu mengatasi hal seperti itu. Jika penyedia barang masih berada di kawasan yang dekat mungkin tidak menimbulkan permasalahan yang panjang, tetapi jika berlainan wilayah yang cukup jauh, tentu akan mendapati kesulitan bukan ?

3. Komplain ke Dropshiper
Terkadang saat konsumen sudah menerima barang dari kurir atau pengirim, barang yang diterima tidak dalam keadaan baik kondisinya, misalnya barang pecah, sobek, tumpah, terlalu besar, berbeda motif, berbeda warna, tentunya pembeli akan meng-komplain ke pihak dropshiper padahal yang mengirim barang berasal dari penyedia. Dan biasanya si pengirim / penyedia barang tidak akan menerima barang return dan inilah yang menjadi kendala pahit yang harus ditelan oleh dropshiper. Jadi ada baiknya buat perjanjian kerjasama tentang hal seperti itu dengan penyedia barang jangan sampai Anda harus menelan pil pahit hanya karena tidak sebanding keuntungan yang didapat.

4. Harga Barang
Dengan berubah-ubahnya kurs mata uang, juga akan berpengaruh terhadap harga barang yang ditawarkan,  Parahnya jika ada pembeli yang sudah deal membeli, tetapi ternyata harga barang yang ditawarkan sudah lebih tinggi dari harga biasanya, nah ini tentu sangat merugikan si dropshiper. Boro-boro mau untung yang ada malah buntung.
Jadi sebaiknya cek secara berkala harga barang ke penyedia, atau minta penyedia segera memberi kabar jika harga barang naik. 

Nah, demikian Kelemahan Peluang Bisnis Dropship yang perlu Anda ketahui sebelum memulai bisnis dropship tersebut, mudah-mudahan bermanfaat. Salam sukses